Jumat, 14 Februari 2020


LOVE EACH OTHER


Rangkaian bunga, boneka, cokelat dengan tema Hari Kasih Sayang (Valentine's Day) terlihat indah dan penuh cinta. 
Ramai-ramai orang mengucapkan kasih sayang dengan mengirim kartu, memberi boneka, bunga, cokelat dan sebagainya sebagai tanda cinta kepada orang yang mereka sayangi. 

Budaya peduli, berbagi, tolong-menolong, dan serviam, maka pada tanggal 14 Februari 2020 di Hari Kasih Sayang ini, OSIS SMA Katolik Theodorus Kotamobagu mengaplikasikan budaya tersebut dengan memaknai Hari Kasih Sayang dengan memberikan bantuan berupa sembako kepada para pengendara bentor dan beberapa warga yang membutuhkan. Bentuk kepedulian yang dilakukan oleh siswa-siswi SMA Katolik Theodorus merupakan perwujudan teladan dari Santa Angela yang terpanggil untuk membantu mereka yang lemah, dan miskin.  


Kamis, 14 Februari 2019





VALENTINE DAY'S : HARAM ATAU TIDAK
(Ignatius Rino)

Valentine adalah salah satu perayaan yang selalu dibahas setiap tahunnya. Bukan karena kemeriahannya, tetapi juga lebih pada pihak yang pro dan kontra yang selalu berdebat tiada berkesudahan. Saya sendiri berdiri pada pihak yang netral. Merayakan atau tidak merayakan biasa saja bagi saya.Tidak merayakan saya artikan sebagai tidak melakukan candle light dinner bersama pasangan, Tidak juga tidak merayakan yang saya maksud karena saya selalu menggunakan pakaian bernuansa pink di 14 Februari. Bingung? Hahaha...satu yang yang saya sukai di hari valentine adalah makna kasih itu sendiri.





Ramai-ramai orang mengucapkan kasih sayang, mengirimkan kartu ucapan, posting foto dengan orang yang dikasihi, makan malam dengan pasangan, mengirimkan coklat, mengadakan party, dan sebagainya.
Nah sebelum kita merayakan hari kasih sayang pada tanggal 14 Februari tak ada salahnya kita mengetahui terlebih dahulu sejarah valentine day atau hari kasih sayang. Pertanyaan yang muncul di benak kita adalah mengapa hari valentine selalu diperdebatkan dan dikatakan Haram (Hari raya kafir)?



Sejarah Santo Valentinus 
Seperti dilansir oleh katolisitas-indonesia.blogspot.com, Ada 2 orang Santo didalam Gereja Katolik yang bernama Valentinus, yaitu St. Valentinus Roma dan St. Valentinus dari Terni. 
St. Valentinus yang pertama adalah seorang Uskup yang berasal dari kota bernama Terni yang terletak sekitar 60 mil dari Roma. Ia ditahbiskan menjadi Uskup Terni oleh Paus St. Viktor I sekitar tahun 197 M. Atas perintah Prefek Plasidus, ia juga ditangkap, didera, dan dipenggal kepalanya, dalam masa penganiayaan Kaisar Klaudius II. St. Valentinus yang pertama adalah seorang Imam Katolik dan dokter yang berasal dari kota Roma. Ia bersama seorang awam berkeluarga yang sekarang sudah dianggap sebagai Santo oleh Gereja Katolik yaitu St. Marius menolak dekrit Kaisar Klaudius II yang melarang pernikahan di Romawi selama peperangan.
Mereka berdua pun berinisiatif menikahkan banyak pasangan. Namun inisitatif Mereka malah diketahui oleh Kaisar Klaudisius dan akhirnya mereka kemudian ditangkap dan dipenjarakan. Mereka selanjutnya dijatuhi hukuman mati dengan disiksa, hingga akhirnya dipenggal pada tanggal 24 Februari 269 di Via Flaminia. Paus Santo Julius I dilaporkan membangun sebuah gereja dekat Ponte Mole untuk mengenang St. Valentinus dari Roma. Relikui St. Valentinus dari Roma saat ini berada di Gereja Santo Praxedes. Dia menjadi martir pada tanggal 14 Februari tahun 269. Setelah itu Paus Gelasius I (496 M) secara resmi menetapkan Pesta St. Valentinus yang jatuh pada tanggal 14 Februari, beberapa orang bingung akan siapa yang dimaksud oleh Paus Gelasius I karena St. Valentinus dari Terni dan St. Valentinus dari Roma mempunyai nama yang sama dan dilain pihak karena hidup pada masa pemerintahan Kaisar Klaudius II yang juga mengalami kemartiran di tempat yang sama, Via Flaminia.

Beberapa orang ada yang mengatakan bahwa tidak ada hubungannya antara St. Valentinus dengan Hari Valentine kecuali ada fakta, tertentu bahwa St. Valentinus yang hidup pada abad ke-3 menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Pada tanggal 14 Februari, di kota Roma ada sebuah tradisi di mana para laki-laki menarik undian dari sebuah wadah yang besar, yang berisi nama para wanita yang akan menjadi pasangan mereka dalam berbagai bentuk perayaan pada tanggal tersebut, untuk menghormati dewi cinta Romawi yang bernama Februata Juno. Pada masa itu beberapa Iman Katolik mengutuk dan kebiasaan tersebut karena apa yang mereka lakukan tersebut tentu saja dalam bentuk penyembahan berhala. Salah satu Imam Katolik yang terlibat dalam hal ini adalah St. Valentinus.

Pada masa itu pula, Bangsa Romawi terlibat dalam banyak peperangan, sehingga Kaisar Klaudisius menarik banyak pria-pria Romawi untuk bergabung ke dalam medan pertempuran. Banyak dari pria-pria ini tidak mau meninggalkan kekasih yang mereka cintai. Hal ini membuat Kekaisaran Romawi sulit untuk merekrut tentara.
Kaisar Klaudius pun akhirnya murka dan memerintahkan ke seluruh daerah bahwa tidak boleh ada lagi upacara pernikahan. Sehingga ada seorang Imam yang bernama St. Valentinus yang merasa kasihan kepada pasangan-pasangan yang dipaksa untuk berpisah. Hingga di suatu hari, St. Valentinus dengan diam-diam menyatukan sebuah pasangan dalam suatu janji suci perkawinan. Dan segera terjadi banyak pernikahan di Roma seolah-olah dekrit kaisar di atas tidak pernah dikeluarkan. Dan akhirnya berita ini sampai ketelinga otoritas romawi. St. Valentinus pun lalu dijatuhi hukuman mati. Ia dipenjara, dipukul beramai-ramai, kemudian dilempari batu lalu dipenggal di Via Flaminian.

Sejarah Hari Hari Valentine
Pada masa itu ada sebuah festival cinta dan kesuburan yang dirayakan secara turun temurun oleh orang Romawi kuno.Festival tersebut dinamakan Lupercalia, sebuah festival perjodohan yang dimulai dengan pengorbanan kambing jantan dan anjing. Kemudian para perempuan di kota itu akan menaruh nama mereka di sebuah tempat yang kemudian diambil oleh para lelaki. Para lelaki akan mencambukkan kulit dari hewan yang dikorbankan tersebut kepada para perempuan yang dipercaya dapat memurnikan dan membuat subur. Ketika Paus Gelasius mengumumkan bahwa 14 Februari sebagai Hari Valentine pada akhir abad ke-5 banyak yang berpendapat bahwa itu adalah usaha untuk menghentikan festival Lupercalia yang dianggap "tidak Kristen". Sejak saat itu Hari Valentine menjadi sangat terkait dengan hari kasih sayang. 

Valentine day's
Tanggal 14 Februari diidentikan dengan Hari kasih sayang. Banyak orang di berbagai negara merayakan hari kasih sayang. Berbagai kado, coklat, bunga, kartu ucapan, dan sebagainya dilakukan untuk mengungkapkan kasih kepada orang yang dicintai. Namun dari kebanyakan orang beranggapan bahwa menyalahartikan hari kasih sayang berkonotasi negatif. Mengapa? karena beberapa orang mengambil kesempatan untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan norma agama, sehingga harus dilarang perayaannya.

Jika kita menilik beberapa pemberitaan di media, banyak pemberitaan yang menolak perayaan valentine karena ada yang beranggapan bahwa itu perayaan kafir dan haram bagi mereka. Kalau kita berpikir positif tentu kita tidak mengharamkan perayaan tersebut. Bisa saja kita merayakan hari valentine dengan keluarga atau dengan teman bahkan kekasih yaitu dengan makan malam bersama. Berbicara mengenai Haram (hari Raya Kafir) ya sebenarnya orang-orang kafir yang notabene orang yang tidak percaya kepada Allah banyak cara yang mereka lakukan yang tentu saja bagi kita orang beragama menganggap yang mereka lakukan itu adalah di luar ajaran agama kita masing-masing. Semua pemeluk agama mempunyai ajarannya masing-masing. 

Kesimpulan
Sesuatu akan buruk apabila dipandang buruk.Jika merayakan hari valentine dengan cara yang baik dan bermanfaat tentunya akan terbentuk pikiran dan perilaku baik. dan jika begitu banyak pandangan buruk mengenai Hari Valentine, lama kelamaan akan terbentuk pikiran dan perilaku bahwa berbagi kasih di hari Valentine adalah sesuatu yang buruk. 
Hari kasih sayang seharusnya menjadi momentum untuk saling mengingatkan untuk tetap saling mengasihi baik dalam pergaulan, lingkungan kerja, terlebih lagi dalam keluarga. Karena tentunya manusia diciptakan tidak hanya dengan nafsu, tapi juga dengan akal budi dan hati untuk saling mengasihi dengan sesamanya manusia.  

Jumat, 12 Oktober 2018

SMP dan SMA KATOLIK THEODORUS KOTAMOBAGU 
MENGADAKAN SIMULASI BENCANA ALAM

"Tolong...tolong...,"Ratusan siswa dan beberapa guru keluar dari gedung sekolah untuk menyelamatkan diri ketika gempa terjadi.

Kepala Yayasan , para kepala sekolah, para guru dan pegawai serta para siswa Kampus SMP dan SMA Katolik Theodorus Kotamobagu menggelar simulasi penangan bencana gempa bumi di sekolah. Fokusnya adalah agar seluruh warga kampus dapat menyelamatkan diri sendiri saat bencana melanda, sebab bencana adalah kejadian khusus karena itu tidak bisa diduga kapan akan terjadi. Hal yang dapat dilakukan adalah mempersiapkan reaksi siswa serta memperbaiki sikap dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menghadapi bencana. 

Latihan simulasi ini juga sangat berguna untuk menguji tingkat kesiapsiagaan dan membiasakan diri para guru dan siswa dan lainnya dalam menghadapi bencana. "Guru adalah seorang gembala," kata kepala sekolah SMA Katolik Theodorus Sr.. Antoniette Mude, OSU , Jumat (12/10/2018). Perkataan Suster kepala sekolah SMA dimaksudkan bahwa dalam menghadapi musibah bencana gempa bumi guru harus menyelamatkan siswa-siswanya terlebih dahulu.

Beberapa siswa ketika ditanya mengaku senang bisa mengikuti simulasi ini karena mereka jadi tahu bagaimana cara menyelamatkan diri ketika bencana gempa terjadi. "torang jadi tau apa yang musti torang lakukan ketika terjadi gempa. Torang nentau kapan musibah datang," kata mereka.

Para siswa pun mengaku akan menularkan ilmu yang mereka dapat dari simulasi ini kepada teman-teman mereka yang belum pernah mengadakan kegiatan simulasi bencana gempa bumi.

"Inti dari kegiatan ini adalah bagaimana cara seluruh warga kampus melindungi diri mereka dari bencana. Perasaan takut pasti ada, tetapi tidak boleh panik, "kata Felani Towaki, S.Fils. (*Ignaz)

Selasa, 15 Mei 2018




PERLUNYA MENEGAKAN KEMBALI HUKUM
DI NEGARA INDONESIA
(Ignatius Rino, S.Fil)


Image result for lambang keadilan hukum
Kalau kita berbicara mengenai hukum khususnya di Indonesia, sangat  lemah sekali hukum di Negara kita. Sebenarnya materi hukum itu harus dimaknai sebagai keseluruhan peraturan perundang-undangan yang berlaku positif, misalnya Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden dan sebagainya. 
Agar sebuah peraturan perundangan-undangan mempunyai kekuatan berlaku secara baik, harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :
1.   Syarat Yuridis:  yaitu menyangkut ada tidaknya wewenang dari pembuatnya, kesesuaian jenis peraturan dengan materi muatannya, keharusan mengikuti prosedur atau tatacara penyusunannya dan keharusan tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi.
2. Syarat Sosiologis: yaitu keharusan mencerminkan kenyataan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat yang akan dikenai hukum, baik berupa kebutuhan-kebutuhan maupun tuntutan-tuntutan masyarakat.
3. Syarat Filosofis: yaitu suatu peraturan perundang-undangan harus mengarah atau berkiblat pada tujuan hukum itu sendiri. Yaitu menjamin kepastian hukum, serta mewujudkan keadilan dan ketertiban masyarakat.
Materi hukum yang akan dikembangkan oleh pembentuk hukum, seyogyanya tidak hanya memperhatikan kebutuhan dan tuntutan masyarakat (negara) setempat, tetapi juga harus mampu mengantisipasi perkembangan yang terjadi di luar masyarakat (negara). Hal ini penting agar hukum yang dibuat “tidak terasing” dengan perkembangan di dunia internasional, apalagi jika dikaitkan dengan kecenderungan berkembangnya globalisasi dan negara tanpa batas (borderless state).
Mengacu pada sistem peradilan pidana (criminal justice system), aparat penegak hukum dibatasi oleh polisi, jaksa, dan hakim. Namun dalam tulisan ini juga dimasukkan birokrasi pemerintah (eksekutif). Sebagai aparat penegak dan pelaksana hukum, mereka bertugas mengawasi dan melakukan penegakan terhadap materi hukum. Tugas ini akan berjalan lancar jika mereka mengetahui dan memahami secara baik isi atau materi dari hukum tersebut yang dapat dilakukan lewat pendidikan formal dan non-formal. Selain pengetahuan dan pemahaman yang baik, ketika aparat akan menegakan hukum, harus menunjukan sikap dan tingkah laku yang bersahabat dan menyenangkan terhadap masyarakat.
Aparat penegak hukum juga harus mampu menjaga kemandirian (independensi) saat menegakan hukum. Fakta selama ini dimana aparat banyak terkooptasi dengan penguasa seharusnya diakhiri, sehingga supremasi hukum benar-benar diwujudkan. Peranan aparat hukum juga semakin penting karena merekalah “motivator” untuk mewujudkan atau mengimplementasikan aturan-aturan hukum.
Kecenderungan selama ini akan adanya kesenjangan antara maksud atau bunyi sebuah peraturan perundang-undangan dengan perilaku aparat di lapangan semestinya diakhiri. Bagaimana pun baiknya sebuah peraturan, jika pelaksanaannya kurang baik, akan menjadi sia-sia belaka.
Demikian juga masyarakat. Kesadaran hukum masyarakat akan tercipta dan terbina jika masyarakat mengetahui hukum yang berlaku, memahami dan menghayati isi atau materi dari hukum tersebut serta mewujudkan dalam perilaku atau tindakan sehari-hari.
Supremasi hukum dalam setiap aktivitas hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dapat terwujud jika beberapa hal ini diperhatikan. Pertama, materi hukum (tertulis) yang dibuat harus berkarakter reponsif. Artinya, dalam proses penyusunannya melibatkan partisipasi masyarakat secara utuh, isinya merupakan manifestasi dari keinginan dan kebutuhan masyarakat (bukan kepentingan penguasa), serta sejauh mungkin mengurangi peluang interpretasi dan pemerintah terhadap materi hukum tersebut. Kedua, kinerja atau performance aparat penegak hukum berpengaruh terhadap pentaatan masyarakat terhadap hukum. Sikap dan perilaku bersahabat dengan masyarakat dan kemampuan untuk menyelami nilai budaya yang berkembang dalam suatu komunitas masyarakat memungkinkan usaha penegakan hukum berjalan secara baik.Ketiga, pembangunan hukum tidak terisolasi dengan bidang pembangunan lainnya (ekonomi, budaya, sosial, politik), termasuk pemegang kekuasaan negara (penguasa). Kemudian aparat penegak hukum perlu dibina secara terus menerus agar kooptasi pemegang kekuasaan (penguasa) sedikit demi sedikit dapat dikurangi bahkan dihilangkan sama sekali.

Dengan demikian penegakan atau penataan hukum harus diarahkan pada pembuatan dan pembaharuan terhadap materi atau isi hukum agar sesuai dengan kebutuhan, pelaksanaan dan penegakan hukum yang ada (law enforcement), serta pembinaan lembaga dan aparat penegak hukum.

Rabu, 02 Mei 2018

Acara Pelepasan Siswa-Siswi SMA Katolik Theodorus Kotamobagu

Tahun ini Sekolah Menengah Atas Katolik Theodorus Kotamobagu melepas sebanyak 95 siswa yang telah dinyatakan lulus. Acara perpisahan dan pelepasan dilaksanakan secara meriah di Gedung Christi Regis Kotamobagu (2/5/2018).

Angkatan 25 merupakan angkatan yang berprestasi dan dinyatakan berhasil dalam mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer di tahun pertama ini. Kepala Sekolah SMAK Theodorus Kotamobagu Ibu Juliana Saroinsong, S.Si,  dalam kata sambutannya berharap agar para siswa yang dilepaskan ini menjadi generasi unggul. Sehingga akan menjadi pribadi-pribadi yang berhasil pada masa mendatang. Para  siswa/i nantinya akan kembali ke orangtua dan masyarakat sebagai sosok pribadi yang lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak dalam menentukan masa depannya, untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan di perguruan tinggi.

Dalam suasana kegembiraan  yang dialami baik oleh para siswa/i, orangtua, dan para guru, muncul suasana haru yang cukup mendalam ketika siswa/i kelas 12 melakukan ucapan terima kasih kepada orang tua dan guru-guru sambil menitikkan air mata haru bercampur sedih yang cukup mendalam. Betapa tidak, kenangan selama tiga tahun menuntut ilmu di bangku sekolah penuh rasa suka dan duka yang mereka rasakan.

Salah satu perwakilan dari orangtua wali murid mengucapkan terima kasih kepada kepala Yayasan Setya Bakti, Kepala sekolah serta dewan guru yang telah mendidik anak-anak mereka selama tiga tahun. Dia berharap ilmu dan pelajaran yang didapat selama dibangku sekolah dapat bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, nusa dan bangsa.

Pada acara tersebut adik-adik kelas 10 dan 11 menampilkan keterampilan-keterampilan yang mereka persembahkan khusus untuk kakak kelas mereka seperti; paduan suara dan dance.

Acara pelepasan siswa-siswi angkatan 25 dinyatakan secara resmi dengan dilepaskannya atribut-atribut sekolah yang mereka kenakan selama 3 tahun dan setelah itu mereka dinyatakan sah sebagai Alumni Theodorus  Kotamobagu angkatan 25. 

Selasa, 17 April 2018

PEMIMPIN YANG MENGHAMBA
(Ignatius Tuah Rino, S.Fil)

Image result for gambar pilkada         Perbincangan seputar pemimpin (jabatan) merupakan satu topik yang tidak pernah selesai dalam percakapan hidup manusia dan zamannya, khususnya pada zaman ini, dimana negara Indonesia sedang dalam pesta demokrasi pemilihan kepala daerah. Banyak orang menabung impian menjadi pemimpin. Orang berusaha dengan berbagai cara untuk menarik perhatian orang lain (publik), dengan kandungan intensi supaya suatu saat nanti terpilih menjadi pemimpin. Beragam sikap dan tindakan berguna untuk menarik simpati orang lain ternyata pada klimaksnya hanyalah suatu cibulan belaka. Paul Coelho, penyair Brazil;  menyentil  akan kualitas kepemimpinan seorang pemimpin yang “selalu ada jarak antara kata dan tindakan.” Realitas ini menghadirkan sepenggal pertanyaan yang menggugah sekaligus menantang kinerja dari para pemimpin saat ini. “Sejauh mana kesejatian dan penghambaan diri para pemimpin saat ini?
       Tentu kita tahu bahwa pemimpin adalah orang yang berkuasa atas semua orang lain. Dia dianggap mampu untuk membimbing semua orang yang berada dalam wilayah kepemimpinannya.  Sang pemimpin yang menghamba itu mungkin saja suatu pernyataan yang konyol bagi para calon pemimpin saat ini, bukan? Sang pemimpin yang menghamba ialah bukan menjadi tuan atas orang lain. Harta terbesar dari seorang pemimpin bukanlah menegakkan kekuasaan atas orang lain, melainkan melayani sebagaimana seorang hamba yang setia melayani tuannya.  Intisari dari jiwa pelayan mesti menyiratkan kesetiaan dan kerendahan hati. 
       Dalam realitas masa kini, kepemimpinan justru lebih menjunjung otoritas dan kehormatan. Jarang digunakan bahwa pemimpin zaman sekarang adalah seorang pemimpin yang menghamba. Sungguh asing didengar bahkan orang merasa malu jika dikatakan sebagai pemimpin yang menghamba. Secara umum, orang menilai sosok pemimpin sejati adalah figur yang mempunyai kualitas dalam berbagai dimensi kehidupan manusia  untuk mengakomodasi masyarakat tertentu. Penilaian akan kualitas merupakan pengakuan rasional bahwa orang yang disebut pemimpin itu mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam. Bukan itu saja! Pemimpin itu diterima karena ia telah menunjukkan integritas pribadi melalui teladan hidupnya. Apa yang dikatakannya dihayati dalam perbuatan. 
           Menjadi seorang hamba atau mempunyai jiwa seorang pelayan adalah sosok pemimpin yang berkualitas. Dia menjadi hamba atau pelayan yang rendah hati. Tidak perlu bangga dengan kekuasaan atau jabatan, tidak perlu berbangga dengan seberapa banyak pendukungnya dan tidak perlu bangga dengan besarnya dana yang dikeluarkan saat kampanye. 
Seorang pemimpin yang diidamkan oleh rakyatnya adalah seorang pemimpin yang menghamba yang ingin menjadi hamba terhadap tuannya (rakyatnya). 

Jumat, 26 Januari 2018

SANTA ANGELA MERICI


Description: Hasil gambar untuk riwayat santa angela mericiAngela Merici lahir tahun 1474 di Desenzano (sekarang Via Castello 96), Italia. Ayahnya Giovanni Merici dari Desenzano, dan ibunya Catherine Biancosi dari Salo.
Angela dibesarkan dalam keluarga yang kuat berakar dalam iman, dan itu mencirikan seluruh hidupnya. Di usia sangat muda ia kehilangan kedua orangtua dan saudarinya yang sangat ia cintai. Sejak itu ia tinggal bersama pamannya di Salo, sebuah kota di tepi Danau Garda. Di sana ia menjadi anggota Ordo Ketiga Santo Fransiskus, kelompok awam yang hidup menurut spiritualitas Santo Fransiskus dari Asisi.

Angela Merici hidup di zaman Renaissance dan Reformasi, ditandai oleh banyak pertentangan dan konflik. Di antara orang-orang sezamannya ada yang tersohor seperti Nicholas Copernicus, Cristopher Columbus dan Vasco da Gama. Di satu pihak ilmu pengetahuan dan kesenian berkembang pesat.
Di lain pihak peperangan antar negara dan antar keluarga bangsawan mengakibatkan kemiskinan material dan rohani. Tradisi sehat ditinggalkan, pendidikan dan agama merosot. Kegelapan dan kejahatan juga menyusup ke kalangan gereja dan biara-biara. Gereja sangat membutuhkan pembaharuan. Martin Luther dkk membuang segala tradisi dan mengadakan reformasi dari luar. Lainnya seperti Ignatius dari Loyola dan Teresa dari Avila mengadakan reformasi dari dalam.
Angela seorang wanita yang ditangkap oleh Roh Kudus. Dan Roh Kudus itu selalu bekerja membaharui muka bumi. Angela membutuhkan waktu cukup lama untuk menemukan kehendak Allah bagi hidupnya. Di mana-mana ada kebutuhan mendesak baik di rumah sakit untuk pasien-pasien yang tidak bisa sembuh, karya pastoral, menolong keluarga yang retak, dan sebagainya. Kendati banyak sekali orang datang untuk meminta nasihatnya, Angela memakai waktu berjam-jam untuk berdoa, berbincang dengan Yesus, Amatore, Kekasihnya.
Lambat laun kehendak Allah menjadi jelas baginya dan ia menjadikan diri alat yang penurut di tangan Tuhan. Dalam sebuah penglihatan sudah lama berselang, ia melihat dirinya ditemani oleh banyak malaikat dan perawan. Sekarang penglihatan itu akan menjadi kenyataan.

Kompani Santa Ursula
25 Nopember 1535 Angela mendirikan Kompani St. Ursula. Ia dan para pengikutnya, 28 perawan, Ursulin pertama, membaktikan diri kepada Allah, tetapi bukan dengan hidup di biara seperti lazim di zaman itu. Mereka tetap tinggal di masyarakat, di rumah, di antara keluarga mereka.
Dan di mana saja mereka berada, mereka berusaha menjadi terang, garam dan ragi demi Kerajaan Allah. Angela inilah yang pertama kali membuka jalan bagi wanita-wanita untuk hidup menurut nasihat Injil secara radikal dalam sebuah tarekat sekulir. Angela meninggalkan tulisan-tulisannya, Regula, Nasihat dan Warisan sebagai pusaka bagi anak-anak rohaninya.
Kompani St. Ursula berkembang pesat dan tersebar ke banyak negara secara otonom. Dalam tahun 1957 mereka membentuk sebuah Federasi, Institut Sekulir Santa Angela Merici (ISSAM), Para anggotanya dikenal sebagai Ursulin Sekulir. Kompani dalam bentuknya yang asli dimulai di Indonesia dalam tahun 1989.

Religius Ursulin
Angela juga memberi hidup kepada banyak tarekat religius. Dalam kurun sejarah ada banyak kelompok religius yang mengambil Regular Santa Angela sebagai dasar hidupnya. Mereka dikenal sebagai biarawati Ursulin.
Mereka pun berkembang pesat dan tersebar di seluruh dunia sebagai kelompok-kelompok otonom. Dalam tahun 1900 Paus menyerukan supaya para Ursulin bersatu, maka dalam tahun itu lahirlah Uni Roma Ordo Santa Ursula. Menyusul uni-uni lain seperti Uni Kanada dan Uni Tildonk.

MENGENAL SANTA URSULA
Mengapa Angela Merici memilih Santa Ursula, perawan dan martir sebagai Pelindung Kompaninya?
Angela mempunyai devosi besar pada Santa Ursula yang pada waktu itu sangat populer. Ada banyak persamaan antara keduanya:
Keluhuran sejati Santa Ursula, keberaniannya menghadapi yang tidak dikenal untuk melaksanakan rencana Allah, ziarahnya ke Roma, getaran kegembiraan yang terjalin di seluruh kisah petualangannya, kegigihannya membela keperawanan sampai pada kemartiran, dan mungkin juga peranan Ursula sebagai kapten yang mengepalai laskar para perawan.
Semuanya itu pasti menyentuh jiwa Angela yang paling dalam, dan beberapa sikap batinnya rupanya dipinjam dari dongeng itu.
Martabat Ursula sebagai putri raja membangkitkan kehormatan Kompani: para anggotanya dipanggil kepada pesta nikah rajawi pesta dengan “Putra Allah” dan suatu saat nanti mereka akan menjadi “ratu yang mulia di surga”.
Angela melihat dalam diri Ursula seorang perempuan muda yang menantang laut bergelora dan menghadapi ketidakpastian karena diserahi suatu misi. Angela menyadari bahwa misinya untuk mendirikan Kompani juga menuntut keberanian, kesadaran dan keberanian sama yang telah membuat Ursula mengumpulkan perawan-perawan di sekitarnya untuk menjadikan mereka pengantin Kristus .
Keibuan rohani yang serupa menarik Angela kepada Ursula, sebagai pemimpin para perawan. Sukacita dan entusiasme yang sering disebut dalam dongeng itu juga mencirikan spiritualitas Merician.
Nama Santa Ursula sebagai Pelindung Kompani dipilih melalui kekuatan dan kuasa Roh Kudus. Dalam nama itu dijanjikan rahmat baru dari Yang Maha Agung kepada siapa saja yang bertekun dengan setia.
Juga dijanjikan rahmat kekudusan yang diberikan kepada Ursula dan kesebelas perawan, kebajikan yang memungkinkan mereka mengatasi diri dan mengalahkan kematian untuk sebagai pahlawan dan saksi iman membela keperawanan mereka.


Jumat, 24 November 2017

Presentasi buku Guru-Guru SMA Katolik Theodorus Kotamobagu

HEBAT GURUNYA DAHSYAT MURIDNYA
(Learning Metamorphosis)

Hebat Gurunya Dahsyat Muridnya adalah  kata-kata luar biasa yang muncul dan selalu stay di pikiran saya. Di mana kata - kata tersebut dilontarkan oleh seorang Penulis, Dosen, dan seorang inspirator yang terkenal dengan sebutan inspirator metamorfosis, Dia adalah Bapak Inspirator H.D. Iriyanto begitulah orang menyapa dan memanggilnya.

Pada hari ini yang merupakan Hari Guru, di tengah kesibukan kami para guru SMA Katolik Theodorus Kotamobagu yang dipimpin oleh guru-guru bidang studi IPA mempresentasikan atau membedah buku yang berjudul Hebat Gurunya Dahsyat Muridnya. Buku ini merupakan referensi penting yang mampu menginspirasi dan membekali guru untuk menjadi orang hebat. Dengan mengambil konsep metamorfosis seekor kupu-kupu, yaitu dimulai dari ulat lalu menjadi kepompong, hingga sempurna sebagai seekor kupu-kupu. Buku ini meliputi tiga pembahasan utama yaitu fase ulat, fase kepompong, dan fase kupu-kupu. Fase pertama ulat, mengupas titik lemah yang selama ini diidap oleh guru. Fase kedua, mengupas problematika pendidikan Indonesia yang masih mengacu pada paradigma lama seperti masih dominannya wacana prestasi akademik, yang mengukur kecerdasan siswa dari angka-angka. Pada fase akhir yakni kupu-kupu, pembaca akan disadarkan untuk menjadi guru yang manusiawi sekaligus agen perubahan. Setiap anak didik mempunyai ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Untuk mencapai pembelajaran yang maksimal yang dapat membuat mereka bertahan dalam menghadapi masa depan adalah pengasahan yang optimal dari setiap ranah yang dimiliki siswa. Tujuan yang paling mendasar dari suatu sistem pendidikan baru yaitu yaitu harus bisa membangun semangat cinta belajar pada diri peserta didik sejak awal diiringi dengan kreativitas dan imajinatif. Sehingga, apapun yang dihadapinya pada masa depan, mereka akan bisa bertahan untuk beradaptasi, menguasai dan mengubahnya. Banyak hal yang telah kami dapatkan dari buku ini; diantaranya seorang guru tidaklah harus bersikap keras atau tidak hanya memberikan materi-materi pelajaran kepada murid-murid. 
Akan tetapi kita sebagai seorang guru diharuskan untuk memahami apa yang sebenarnya diinginkan oleh seorang anak. Karena tidak setiap anak memiliki kemampuan dan kesenangan  dalam setiap mata pelajaran. Dalam buku ini juga memberikan sebuah gambaran tentang sebuah televisi, ketika televisi kita menampilkan gambar yang tidak jelas atau kabur apa yang kita lakukan untuk mengatasi masalah tersebut?? “digebrak” itulah ironisnya kebanyakan pengguna televisi, sama halnya kita sebagai seorang guru apakah kita akan langsung menggebrak meja ketika murid kita sulit memahami materi?? Itu akan membuat anak didik kita tidak mampu menerima pelajaran karena mereka yang hanya ada rasa tertekan, dan menghilangkan mental anak-anak yang sebelumnya tertanam baik. Untuk itulah Bapak H.D. Iriyanto dalam bukunya menegaskan bahwa kita sebagai seorang guru harusnya memiliki rasa kesabaran kepada murid-murid kita. Penulis juga akan menuntun para guru untuk bertransformasi yang terjadi pada seekor kupu-kupu adalah inspirasi dari alam yang patut kita teladani. Inspirator metamorfosis asal Yogyakarta membantu para guru menjadi kupu-kupu yang indah atau menjadi GURU HEBAT.  

Kamis, 09 November 2017

Hari Pahlawan

PAHLAWAN : MAHKLUK LANGKAH ZAMAN ‘NOW’ 
(Ignatius Rino, S.Fil)

Peristiwa 10 November merupakan peristiwa sejarah perang antara Indonesia dan Belanda. Pada 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian, tepatnya, 8 Maret, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak itu, Indonesia diduduki oleh Jepang. Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada Agustus 1945. Mengisi kekosongan tersebut, Indonesia kemudian memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Sebelum dilucuti oleh sekutu, rakyat dan para pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada 25 Oktober. Tentara Inggris didatangkan ke Indonesia atas keputusan dan atas nama Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Tetapi, selain itu, tentara Inggris juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada pemerintah Belanda sebagai jajahannya. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) pun membonceng. Itulah yang meledakkan kemarahan rakyat Indonesia di mana-mana.
Di Surabaya, dikibarkannya bendera Belanda, Merah-Putih-Biru, di Hotel Yamato, telah melahirkan Insiden Tunjungan, yang menyulut berkobarnya bentrokan-bentrokan bersenjata antara pasukan Inggris dengan badan-badan perjuangan yang dibentuk oleh rakyat. Bentrokan-bentrokan bersenjata dengan tentara Inggris di Surabaya, memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober. Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945. Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Sebab, Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri (walaupun baru saja diproklamasikan), dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai alat negara juga telah dibentuk. Selain itu, banyak sekali organisasi perjuangan yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar. Badan-badan perjuangan itu telah muncul sebagai manifestasi tekad bersama untuk membela republik yang masih muda, untuk melucuti pasukan Jepang, dan untuk menentang masuknya kembali kolonialisme Belanda (yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia).
Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30 000 serdadu, 50 pesawat terbang, dan sejumlah besar kapal perang. Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.
Namun di luar dugaan, ternyata para tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari kalangan ulama' serta kiyai-kiyai pondok jawa seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kiyai-kiyai pesantren lainnya mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat umum (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kiyai)juga ada pelopor muda seperti bung tomo dan lainnya. sehingga perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris. Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Makhluk langkah zaman ‘now’

Momentum hari pahlawan, yang jatuh pada 10 November, masih kita rasakan. Hari di mana kita mengenang jasa jasa pahlawan, terutama peristiwa tanggal 10 November, 72 tahun yang lalu di Surabaya, agar (harapannya) kita dapat meneruskan perjuangan mereka di masa sekarang dan nanti. 10 November harusnya menjadi alarm bagi kita sebagai penerus bangsa. Karena hari pahlawan sebenarnya bukan sekedar peringatan biasa. Momentum ini sebagai peringatan kita sebagai generasi muda, menyadarkan kita akan peran yang kita emban untuk bangsa ini nantinya. Karena kita harapan bangsa Indonesia di masa depan.
Namun kenyataannya hari pahlawan hanya sekedar diperingati saja. Bahkan, hari pahlawan terkesan untuk memperingati kematian pahlawan. Banyak yang telah lupa dengan bangsa ini. Banyak yang tidak peduli memperjuangkan kepentingan negaranya. Padahal bangsa ini masih belum sepenuhnya merdeka. Bangsa ini dijajah oleh orang orangnya sendiri. Masalah-masalah mulai dari korupsi dan sebagainya sudah menjadi sarapan kita sehari hari. Lalu bangsa ini mau apa? Kita butuh sosok pahlawan baru untuk bangsa dan negara ini. Pahlawan bukan sekedar mereka yang menenteng sanjata untuk berperang, tapi pahlawan zaman now.
Adakah pahlawan zaman now?

Tahu siapa pahlawan itu?? Menurut  kamus besar bahasa Indonesia, pahlawan artinya  orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam memperjuangkan kebenaran, pejuang yang gagah berani. Ada beberapa ciri pahlawan yang sesuai dengan konteks saat ini :
Pertama;  pahlawan  adalah orang yang mampu menyegerakkan melakukan amanah yang diberikan padanya. Dia tidak menunggu-nunggu dan merasa gelisah apabila amanah pekerjaan yang diberikan padanya belum bisa secara sempurna dilakukan. Seorang buruh karena dia digaji dia berusaha secara maksimal mengerjakan pekerjaan sesuai dengan kontrak kerjanya. Seorang pegawai negeri dia mengerjakan semua beban pekerjaan yang diberikan oleh atasannya sesuai dengan aturan dan undang-undang terkait dengan pekrjaannya. Dia bekerja bukan karena mencari populeritas, dia merasa berdosa kalau ada beban kerjanya tidak dilakukan dengan baik. Ketika seseorang diangkat  menempatkan posisi, memegang jabatan sebuah pekerjaan, dia berusaha dengan segera menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Salah satu penyebab  kemunduran bangsa kita saat ini adalah karena banyaknya diantara kita yang mengundur-undur pekerjaan, mengutamakan yang sunat dan melakukan yang wajib. Kita lebih banyak menolong atau mematuhi perintah atasan dari pada menjalankan tugas dan kewajiban kita. Kedua; Tidak pernah menolak amanah. Apapun pekerjaan yang diberikan padanya dia tidak pernah menolok. Orientasinya hanya kebenaran. Asal pekerjaan itu benar  dia laksanakan dengan sungguh-sungguh. Walaupun banyak tantangan dia tetap tegar mengerjakannya. Resiko diberhentikan, dibenci, dan dimaki oleh orang-orang yang tidak seprinsip dia tidak peduli. Yang penting dia mengerjakan itu karena benar. Ketiga; Menyingkirkan semua alasan dan tidak mencari-cari alasan untuk tidak melakukan sesuatu. Seorang pahlawan selalu bergerak maju untuk berbuat dan bekerja.  Dia tidak memikirkan alasan dan mengelak dari pekerjaan dan amanah yang dibebankan padanya. Yang penting bagi dia harus lebih banyak berbuat yang lebih baik. Keempat; Memanfaatkan semua potensi. Pahlawan di era sekarang ini berusaha memanfaatkan semua potensi yang ada padanya. Uang, tenaga, pikiran, waktu, perasaan dan lain-lain  yang ada pada dirinya akan berusaha dimanfaatkannya.  Dia mau berbuat apa saja. Apa yang ada pada dirinya akan dikorbankannya demi  kebenaran.
Melihat situasi di zaman sekarang atau yang lebih kekikiniannya disebut sebagai zaman now jarang sekali kita menemukan sosok pahlawan yang berani mempertahankan negara dari serangan-serangan. Jangankan mempertahankan negara untuk menjadi pahlawan bagi orang lain saja sangat sulit sekali ditemukan. Namun, sangat disayangkan mutu peringatan itu terasa menurun dari tahun ke tahun, terutama generasi muda. Generasi muda sudah makin tidak menghayati makna hari pahlawan. Hari Pahlawan yang selalu kita peringati hendaknya jangan hanya mengedepankan unsur seremoni belaka, tanpa menghayati nilai-nilai perjuangan yang dipesankan oleh para pahlawan ini. Akan sangat ironi bila memperingati hari pahlawan sebatas seremoni saja tanpa mengambil tauladan dari nilai-nilai perjuangan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Para pemuda tidak benar-benar mengisi kemerdekaan ini dengan belajar untuk membangun bangsanya.
Bangsa Indonesia masih menunggu pahlawan-pahlawan yang nantinya dapat membawa perubahan bagi bangsa ini. Mulai dari penegakan hukum, pemberantasan korupsi, mempertahankan kedaulatan negara bahkan mensejahterakan rakyat. Sikap-sikap kepahlawanan adalah kehidupan berbangsa dan bernegara sangat diperlukan demi terciptanya bangsa Indonesia yang lebih baik di masa depan.
Kalau dilihat zaman ini mulai dari anak-anak sampai orang tua yang gemar bermain game The Mobile of  Legend banyak sekali. Dimana para penggemar game ini dibawa kembali ke era yang baru dan dengan kualitas yang sangat memuaskan. Mereka rela meninggalkan segala-galanya demi mempertahankan pahlawan mereka di game tersebut. Misalnya seperti; Hilda, Zilong, Eudora, Mya, Natalie, Nayla, dan lain-lain.
Masih adakah pahlawan zaman now?

Epilog
Alangkah bijaknya jika generasi penerus ini mau belajar banyak dari pahlawan, karena dengan begitu kita menjadi generasi yang menghargai waktu, memiliki semangat nasionalisme dan memiliki solidaritas yang kuat. Belajar dari pahlawan dapat dimulai dengan cara kita memaknai hari pahlawan. Setelah itu secara bertahap mampu menumbuhkan semangat guna memiliki sikap cinta akan perjuangan pahlawan, cinta negeri, serta selalu gigih dan giat untuk mempelajari perjuangan para pahlawan. Selamat memperingati Hari Pahlawan.




Jumat, 03 November 2017

Menjadi guru yang efektif

MENJADI GURU YANG EFEKTIF 
Bagaimana Mencapai Pengembangan Baru Melalui Membaca dan Menulis)


Salah satu kritik paling menarik terhadap sekolah umum yang pernah ditemukan adalah Building a new structure for leadership. Hal ini menjadi faktor utama yang berdampak sangat besar bagi para guru. Pembelajaran dan juga peluang pendidikan serta kehidupan adalah sama pentingnya. 

Pembatasan telah mencegah para guru melihat status quo ini secara jelas dan gamblang dalam mengenali bahwa "sebagiaian besar sekolah" memang tidak memberikan instruksi pengajaran yang efektif. Fakta ini menghalangi para guru untuk memasuki "era efektivitas baru" tersebut. 
Dalam hal ini kami para guru SMA Katolik Theodorus Kotamobagu mengadakan suatu kegiatan rutin yaitu kami mencoba untuk membedah suatu buku yang berjudul Menjadi Guru Yang Efektif : Bagaimana Mencapai pengembangan Baru Melalui Membaca dan Menulis

Sebelum itu marilah kita lihat Fakta yang terekam:

* Tingkat literasi 
   Dalam sekolah yang baik pun para siswa hanya membaca sebagian kecil dari yang mereka                   butuhkan bagi perkembangan intelektual mereka. Dan mereka jarang menulis. Hanya sedikit sekali     siswa yang menunjukkan kemampuan membaca secara kritis atau menulis secara efektif.

* Kurikulum
   Di sebagian besar sekolah guru yang paling berbakat dan berupaya keras sekalipun biasanya tidak mengikuti kurikulum yang berlaku. Terlepas dari adanya perbaikan kecil di sini, para guru masih berada pada sistem yang memungkinkan mereka untuk mengajarkan hal yang mereka inginkan, tanpa memandang nilai penting atau skala prioritasnya, berbeda dengan kurikulum yang disepakati atau koheren.

* Pengawasan Instruktural
Pada umumnya sedikit sekali kelalaian atas instruksi pengajaran yang berdampak pada kualitasnya. Para pengurus sekolah tidak memiliki mekanisme bersama formal yang dapat digunakan untuk mengukur konten yang benar-benar diajarkan guru atau efektivitas mereka dalam mengajarkan konten tersebut secara akurat.

* Kerja Tim dan Komunitas Pembelajaran Profesional
Tidak seperti kalangan profesional lain dan terlepas dari pentingnya kerja tim, para guru tidak bekerja dalam tim. Mereka tidak mempersiapkan bahan ajar dan penilaian secara bersama-sama, serta mereka tidak menguji dan memperbaiki pembelajaran mereka secara berkala berdasarkan hasil penilaian. 

Mencapai Pengembangan Baru Melalui Membaca dan Menulis
Dalam sebuah artikel yang berjudul "From Efficient Decoders to Strategic Reading"  diberitahukan bahwa kita selalu tahu, tetapi jarang bertindak: bahwa saat siswa membaca, mereka harus diminta untuk "menentukan hal penting di dalam buku/bacaan; menyintesiskan informasi; menarik kesimpulan"
Membaca cermat dan strategis merupakan salah satu cara yang kuat dan menyenangkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mengevaluasi informasi--untuk secara harafiah menjadi cerdas. Para siswa seharusnya memiliki peluang harian yang besar untuk membaca cermat dan membaca ulang berbagai sumber bacaan untuk tujuan intelektual--dan dengan sebuah pena di tangan.
Cara lain lagi yang diperlukan dilakukan oleh siswa adalah membaca sambil memegang pena atau stabilo. Dari cara ini dapat membantu siswa untuk memfokuskan pikiran, memilah, memprioritaskan, dan merenungkan informasi tertulis untuk memenuhi tujuan membaca. Aktivitas menulis yang dilakukan bersamaan dengan membaca cermat merupakan elemen pendidikan sekolah adalah paling berharga. 
Dengan demikian membaca dan menulis merupakan peristiwa besar dalam perkembangan intelektual seseorang. Menulis menempati sedikit ruang disekolah dibandingkan dengan peran besarnya dalam perkembangan kultural anak.

Epilog
Pembicaraan yang baik tentang buku dan ilmu pengetahuan-menstimulasi intelektualitas dan merupakan musuh rasa bosan. kegiatan ini memperkaya daya serap kritis kita karena memberikan peluang pada anak-anak untuk mencoba dan menguji gagasan serta sudut pandang mereka. Disini kita sebagai guruyang efektif harus:
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan menganalisa suatu buku dan dipresentasikan.
Membuat komunitas pembelajaran. Disini diajak untuk saling belajar sama. Saling membagikan ilmu pengetahuan.
Anak-anak harus digiring menuju ketidakbodohan akibat kegagalan kita dalam menantang rasa penasaran mereka. Marilah kita cerdaskan pikiran dan kemampuan anak didik kita mulai sekarang karena mereka adalah masa depan bangsa dan negara.






Kamis, 02 November 2017

cerpen



Judul Cerpen         :         Aku Masih Selamat
Kategori
                :         Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Petualangan
TemaCerpen          :         Iman Dari Alam
Karya                    :          No Name

“AKU MASIH SELAMAT”
dalah suatu kebanggaan tersendiri, apalagi jika kita disuguhkan oleh pemandangan yang memanjakan mata. Begitupun yang dirasakan olehku dan Jenica temanku. Kami berhasil mencicipi nikmatnya ciptaan Yang Maha Kuasa dari atasgunungAmbang di Modoinding.
Sebelumnya perkenalkan, namaku Rian, orang bilang aku ini seorang pendaki gunung, namun aku lebih suka menyebut diriku sendiri sebagai seseorang yang ingin bertafakur, dengan menggunakan gunung sebagai objeknya. Hari ini, 2 Juli 2014, aku melakukan pendakian bersama temanku, Jenica. Kami berhasil sampai dataran tertinggi di Modoinding.
Namun seperti yang kita tahu bahwa; siapapun yang berada di atas, suatu saat akan kembali ke bawah. Aku dan Jenica menyetujui hal itu. Setelah puas menikmati puncak, kami harus bergegas turun untuk menjumpai keluarga yang sebenarnya di bawah.
Saat itu, indahnya puncak tak seindah perjalanan pulang. Kami harus bergaul dengan lelah, kerja otak yang terus berputar memikirkan kemana arah jalan pulang. Tak seperti biasanya jalan yang kami lalui saat naik, menjadi sebuah semak, tak ada jalan, tak ada tanda-tanda arah menuju perkampungan.
Aku bertanya pada Jenica, “Mana jalan, Jen? Kemarin bener kan lewat sini?” Namun pertanyaanku, hanya sebuah pertanyaan semata. Tak ada jawaban dari Jenica, dan ketika aku menengok, memang benar Jenica tidak bersamaku, untuk turun.
Cemas, panik, bingung, takut dan berbagai perasaan negatif lainnya mulai berdatangan. Apa yang harus aku lakukan untuk memastikan hidupku benar-benar aman. Aku coba berjalan menerobos rumput liar yang kering. Hingga akhirnya aku sampai pada sebuah tanah datar yang cukup luas, aku beristirahat sejenak dan menenangka fikiran. Setelah cukup aman menurutku, lalu aku bergegas menyusuri jalan setapak yang entah akan membawaku kemana. Namun aku tak yakin dengan itu, aku hanya mengikuti apa kata hati berbicara. Benar dugaanku, sekian lama aku berjalan, tempat istirahatku tadi sudah aku lewati berulang kali. Aku baru menyadari setelah tiga kali melewatinya.
Perasaan cemas hinggap kembali padaku. Namun satu hal yang aku sadari, Tuhanku masih bersamaku, dia bisa menolongku begitu mudahnya. Dengan hasil pendidikanku selama menjadi anggota Pecinta Alam, dalam situasi seperti ini yang harus aku lakukan adalah tetap tenang, dan hindari panik, kuatkan diri berpegang kepada sang pencipta, mungkin itu bisa meringankan bebanku.
Aku berbaring sambil memejamkan mataku, dan berdoa kepada Tuhan agar aku bisa keluar dari semua ini. Saat aku tengah tertidur, ada suara seolah mencoba membangunkanku.
Rian, bangun Rian.” Itu yang Aku dengar dalam keadaan sedikit sadar. Aku terbangun dan orang pertama yang aku lihat adalah Jenica. Dengan sedikit bingung, aku duduk dan memastikan bahwa aku berada di alam yang benar-benar nyata. Setelah Jenica menceritakan bahwa aku tertidur dari tadi, aku bersyukur kepada Tuhan bahwa semua kejadian itu hanyalah mimpi yang hinggap saat aku lelah menuruni gunung.

Terimakasih Tuhan, kau berikan pelajaran yang begitu bermakna bagiku.         

          

LOVE EACH OTHER Rangkaian bunga, boneka, cokelat dengan tema Hari Kasih Sayang (Valentine's Day) terlihat indah dan penuh ci...